Wednesday, November 30, 2011

ANTARA CINTA DAN MOTIVASI

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini Cinta mendapat tempat yang istimewa dalam rusang kehidupan kita. Berangkat dari alunan lagu yang dipopulerkan Ashraf bahwa “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga” Hal inilah yang mendasari setiap insan akan menghiasi hidupnya dengan cinta , seindah-indahnya kehidupan seseorang tidak akan sempurna tanpa dihiasi dengan warna-warni nuansa cinta. Atas dasar inilah juga yang membuat seseorang rela untuk melakukan apa saja demi memperjuangkan sebuah cinta yang ia miliki.
Namun terkadang cinta sering disalah artikan, Bagi segelintir kaum remaja khususnya menganggap cinta identik dengan pacaran. Alunan nada-nada cinta kerap kali bergemuruh tatkala para pemain cinta sedang berusaha mengejar apa yang menjadi keinginginannya, bahkan tak sedikit orang yang rela berbohong dan mengeluarkan doktrin-doktrin retorika hanya demi mengejar cinta yang dilandasi dengan nafsu.
Melihat realita yang terjadi saat ini, Sebagian orang cenderung menganggap pacar itu sebagai motivator, Kita rajin ke kampus, mengerjakan tugas, mengikuti sebuah kegiatan kita semangat karena adanya sosok kekasih yang selalu mendampingi hingga tak jarang ketika tabir-tabir perpecahan dalam sebuah hubungan lahir semuanya pun ikut menja
di korban. Di Organisasi intra dan ekstra pun dalam sebuah Universitas Acap kali cinta dijadika sebagai motivator dalam berorganisasi. Namun cinta di sini bukan semata-mata kepada kader-kader tertentu saja, melainkan kepada seluruh kader-kader Organisasi itu sendiri. Karena yakinlah ketika sebuah cinta kita hanya bersifat individual maka tidak menutup kemungkinan minat untuk berorganisasi akan terkikis dan hilang tatkala polemik permasalahan sedang menerpa.Tidak salah jika cinta dijadikan sebagai motivator dalam melakukan segala jenis kegiatan kita, Termaktum dalam coretan pena Hamzah B Uno, M.Pd tentangTeori Motivasi menjelaskan  bahwa “untuk mendapatkan  apa yang menjadi kebutuhan kita sangat diperlukan adanya motivasi yang mendorong kita”. Dengan kata lain menganggap pacar sebagai motivasi tidak salah tetapi jangan sampai keberadaan pacar sebagai motivator yang mampu mengalahkan keberadaan kesatria dalam diri kita sendiri yang sebagai faktor utama. kahlil Gibran pun pernah bersenggama dalam sebuah karyanya berjudul kelopak-kelopak jiwa yang mengibaratkan cinta itu bunga yang tumbuh dan mekar tanpa pertolongan musim. Dengan kata lain meski cinta itu bisa tumbuh di mana saja bahkan di sebuah organisasi yang kita naungi cinta menemui kita namun dalam berorganisasi tempatkanlah cinta sesuai dengan tempatnya.
Jangan pernah menjadikan seseorang sebagai motivator utama dalam jiwamu tapi jadikanlah dirimu beserta tujuanmu sebagai motivator utama demi masa depan mu.

Terima kasih karena berkomentar dengan penuh etika
jangan lupa klik like fanspage facebook yah..
EmoticonEmoticon